Nasionalisme menurut Luthfi Hanif S.Kom

nasionalisme

Nasionalisme secara garis besar merupakan rasa cinta atau kecintaan kita terhadap tanah air. Lalu bagaimana sikap Nasionalisme di Indonesia?

Akhir-akhir ini saya prihatin terhadap rasa nasionalisme yang disalahgunakan dan kadang lebih cenderung kearah negatif daripada kearah positif. Salah satu contohnya, ketika nasionalism dirusak dengan nilai-nilai ketuhanan, dengan mengatasnamakan tuhan. Mereka menganggap bahwa nasionalisme yang “dia” anut sebagai yang paling benar dan paham yang lainnya dianggap salah. Sikap tersebut sudah tidak dibenarkan, karena Nasionalisme itu sendiri merupakan salah satu cara manusia dalam menghormati Tuhannya. Bukankah menyalah-nyalahkan paham yang lain dan merasa paham yang dianutnya paling benar itu menyimpang dari apa yang diajarkan Tuhan kepada manusia?

Sebuah kalimat yang mungkin bisa kita renungkan dari kaum kejawen adalah “hamemayu hayuning Rat, hamemayu hayuning bawana, hamemayu hayuning diri” yang memiliki falsafah melebur menjadi satu dengan alam semesta. Kalimat tersebut memiliki arti yang luar biasa, yaitu dalam konteks spiritual, dari pribadi menuju Ketuhanan Yang Maha Esa.

Satu kalimat yang bisa kita yakini adalah bahwasanya “Cinta Tanah Air Merupakan Sebagian Dari Iman”. Kalimat itu harus kita pegang dan tancapkan dalam hati. Tidak hanya di dalam hati kita saja, tetapi hati keluarga kita. Saya prihatin, karena saya melihat remaja masa kini justru lebih bangga dengan bangsa lain daripada bangsanya sendiri. Hal ini bisa kita lihat setiap harinya, entah itu dikalangan masyarakat, bahkan keluarga kita sendiri. Tentunya hal ini tidak bisa didiamkan begitu saja. Bagaimana tidak, mereka rela mati-matian untuk mendukung negara lain atau memikirkan negara lain, ketika negaranya sendiri masih berantakan. Sebagai contohnya, kita bisa melihat bahwasanya remaja saat ini lebih memilih menggunakan pakaian ala budaya lain yang bisa kita anggap tidak cocok dengan adat ketimuran yang digunakan oleh bangsa Indonesia. Apakah anda tidak miris melihat itu semua, ketika bangsa ini di goyang oleh bangsa lain dengan cara demikian?

Pertanyaan selanjutnya adalah, kenapa Indonesia bisa dirusak oleh bangsa lain dengan cara tersebut? Jawaban yang paling tepat adalah “Karena bangsa ini kaya, seperti surga dan idaman setiap bangsa.” Kenapa saya menjawab seperti itu, karena saya sangat yakin bahwa Indonesia merupakan bangsa terbaik dengan kekayaan alam yang melimpah dan kekayaan budaya yang sungguh luar biasa. Tidak ada bangsa lain yang memiliki ribuan suku, bahasa dan kebiasaan yang berbeda, tetapi tetap akur dan aman. Kalau kita mendengar ada beberapa suku yang berperang atau berselisih paham, bukan karena suku tersebut jelek, tetapi individunya yang kurang baik. Mudah terpancing emosi, terprovokasi, dan tidak menghadapi sebuah perbedaan sebagai sebuah keindahan.

Indonesia dirusak dengan kepentingan Politik dan Ekonomi international. Jika saat ini Indonesia tidak bisa dijajah atau dikolonialisasikan, langkah imperialisme budaya, ekonomi dan spiritual merupakan jalan yang mereka ambil. Hal apa yang mereka lakukan untuk merusak generasi bangsa ini? Tentu saja dengan politik adu domba sehingga terjadilah perang saudara. Sifat bangsa Indonesia yang masih menggenggam erat keegoisan bahwa apa yang dianut sebagai yang paling benar dan tidak ada yang benar selain pahamnya, menjadi titik lemah yang mengkhawatirkan. Kita bisa melihat bahwa bangsa ini belum dewasa dalam menyikapi hal tersebut. Seperti halnya tahun ini, merupakan tahun politik. Berbeda warna, berbeda bendera, berbeda pendapat dijadikan ajang baku pukul yang tidak ada akhirnya. Padahal belum tentu apa yang dia bela, juga akan membela dirinya kelak 5 tahun kedepan.

Yang paling mengkhawatirkan adalah ketika generasi bangsa ini dirusak rasa kecintaan terhadap tanah airnya, agar tidak tahu  lagi jati diri bangsanya sendiri. Cinta tanah air dan memahami karakter bangsanya merupakan dua ideologi yang harus dipegang erat, karena kedua hal tersebut merupakan pokok sebuah negara bisa berdiri. Jika tidak ada dua hal tersebut, lalu apa yang akan terjadi pada Indonesia? Hancur, seperti anak ayam kehilangan induknya. Indonesia bisa di orak-arik oleh bangsa lain dan mereka bisa masuk kapan saja ke Indonesia dengan sangat mudah dan leluasa. NKRI dijadikan seperti daging yang diberikan kepada anjing lapar. Bubar.

Mulailah perduli dengan masalah bangsa ini. Tidak hanya menunggu pemerintah untuk menyelesaikan masalah. Paling tidak, tidaklah ikut-ikutan merusak bangsa ini dengan cara merusak nilai-nilai kehidupan bangsa ini. Itu lebih baik daripada tidak melakukan tindakan sama sekali. Sebagai penerus bangsa, kita harusnya mengambil peran yang signifikan untuk membuat bangsa ini lebih baik lagi. Kita dukung karya anak bangsa yang lain, dengan memberi semangat atau setidaknya berdo’alah untuk bangsa ini. Tinggalkan jauh-jauh pemikiran “senang melihat orang lain susah, susah melihat orang lain senang” harus kita buang ke tong sampah.

Ayo kawan, generasi penerus bangsa ini, BANGUN, BANGKIT, BERKARYA dan CINTAI TANAH AIRMU. Kita buktikan kepada bangsa lain, bahwa Indonesia tidak mudah di pecah belah, tidak mudah putus asa dan mencintai tanah airnya lebih dari dirinya sendiri. Jangan sampai kita hanya numpang hidup di NUSANTARA. Jangan sia-siakan hidup kita di Indonesia tanpa bisa membuat Pahwalan kita tersenyum melihat generasi penerusnya dari surga dan jangan membuat anak cucu kita menangis mendapatkan negara ini tidak berdaya sepeninggalan kita, karena itu merupakan dosa besar yang sungguh berat tanggungannya dimata Yang Maha Kuasa.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Halaman Resmi Personal Blog Lutfi Hanif S.Kom Thanks for Coming
SEO | Blog Developer | Google Publisher | Consultant Online Store